PROGRAM BRANDING DESA WISATA KERAJINAN GAMPLONG

Posted by admin. Rabu, 23 Agustus 2017
Bulan Juli dan Agustus tahun 2017 ini, STSRD VISI mewujudnyatakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini juga menjalankan misi STSRD VISI yaitu kreatifitas untuk perubahan positif khususnya untuk UMKM dan Pariwisata. Sebagai bagian dari masyarakat, STSRD VISI ikut bertanggung jawab untuk membawa teori ke ranah praktis dimasyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wisata Kerajinan Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Desa Wisata dan Kerajinan Gamplong sampai saat ini terdapat 18 pengrajin terdiri dari 16 pengrajin tenun dan 2 pengrajin non tenun yang tergabung dalam Paguyuban “TEGAR” (Tekun Ekonimis Gigih Amanah Rajin). Produk kerajinan Gamplong sudah tersebar di seluruh Indonesia. Biasanya pemesan produk kerajinan ini adalah pembeli langganan dari dalam dan luar kota, bahkan luar pulau. Pemesan produk kerajinan dari Gamplong ini biasanya dalam skala besar. Kemasan yang digunakan untuk menampung produk yang akan dikirim ini adalah kardus bekas rokok tanpa ada label kerajinan Gamplong. Dalam wadah “Program Branding Desa Wisata Kerajinan Gamplong Kab. Sleman - Yogyakarta”, para dosen memberikan pemberdayaan masyarakat dalam 6 program. Program pertama adalah “Pendampingan Penggunaan Smartphone Untuk Foto Produk”. Kegiatan pengabdian pertama ini menjawab kebutuhan pengrajin agar bisa memotret produk dengan baik hanya dengan menggunakan smartphone yang mereka miliki. Nofria Doni Fitri, M.Sn. selaku dosen mata kuliah Fotografi langsung turun tangan untuk memberikan materi dan pendampingan. Program kedua adalah “Pendampingan Pembuatan Video Promosi Sederhana”. Pengoptimalan smartphone dengan kameranya yang bulit in adalah dengan membuat video promosi. Kebutuhan pengrajin untuk bisa menayangkan video promosi produk bahkan kegiatan-kegiatan pembuatan kerajinan di berbagai tempat dan kesempatan pasti akan menarik lebih banyak konsumen dan wisatawan untuk datang ke Gamplong. Danu Widianto, M.Sn. dan Dwisanto Sayogo, M.Ds. memberikan materi pelatihan serta melakukan pendampingan langsung. Program ketiga adalah “Kolaborasi Peningkatan Kompetensi Mendesain Kemasan Yang Inovatif”. Produk kerajinan tenun Gamplong belum memiliki kemasan khusus. Biasanya mereka hanya memberikan plastik transpran. Progam ini membantu pengrajin untuk bisa membuat kemasan untuk produk plismet dengan bahan daur ulang yang murah, mudah diperoleh dan mudah dibuat. Sudjadi Tjipto Rahardjo, M.Ds. selaku dosen mata kuliah Desain Kemasan langsung memberikan pelatihan dan hasil desainnya. Program keempat adalah “Peningkatan Kemampuan Copywriting, Seni Menjual Melalui Tulisan”. Sebagai Desa Wisata Kerajinan, Gamplong memiliki lefleat dan katalog produk. Program ini bertujuan agar kemampuan tulisan yang menjual, sehingga ketika diaplikasikan ke lefleat, brosur maupun katalog, bisa menarik konsumen untuk membeli ataupun datang berkunjung. Pemateri program ini adalah Ipung Kurniawan, M.Sn. dan Budi Yuwono, S.Sos., M.Sn. Selain memberikan materi, kedua dosen ini juga memberikan contoh dan mendampingi saat peserta melakukan copywriting. Program kelima adalah “Pendampingan Promosi Menggunakan Media Sosial”. Media pemasaran yang semakin mudah dan murah melalui media sosial sudah dipakai oleh banyak pelaku UMKM. Kegiatan ini bertujuan agar pengrajin Gamplong bisa mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk promosi produk-produk mereka. Budi Yuwono, S.Sos., M.Sn. bersama Donna Carollina, M.Sn. memberikan materi sekaligus melakukan pendampingan penggunaan media sosial khususnya Instagram. Program keenam atau terakhir adalah “Penguatan kompetensi pemanfaatan TIK untuk administrasi data industri kreatif mikro”. Dian Prajarini, S.T., M.Eng. memberikan materi pelatihan dan mendampingin penggunaan aplikasi SI APIK (Aplikasi Pencatatan Keuangan) yang bisa diinstal di smartphone. Kegiatan ini menjawab kebutuhan pengrajin untuk bisa mencatat data keuangan mereka, sehingga terlihat laba atau rugi yang mereka peroleh. Selain itu supaya bisa memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat di Gamplong ini ditanggapi positif oleh peserta, dengan kedatangan mereka dalam setiap program yang dilaksanakan. Bahkan beberpa kali peserta melakukan konsultasi melalui pesan singkat setalah kegiatan pengabdian berakhir. Selain dosen, kegiatan pengabdian ini juga dibantu oleh mahasiswa D3 dan S1 DKV STSRD VISI. Para mahasiswa yang terlibat sekaligus mempraktikkan teori yang telah mereka peroleh di kelas ke dalam dunia nyata.