Award The Best Film: Gelap - NIMBRUNG Film Screening

Posted by Happy Rotation. Minggu, 09 Desember 2018

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Jenjang D3 2016 menggelar Screening Film Pendek pada Sabtu (1/12) di Ruang 1.1 Cakra Baskara. Dalam acara ini diputarkan 8 film pendek yang merupakan hasil karya Ujian Tengah Semester dari mata kuliah Produksi Video diantaranya berjudul, Sadar, Gelap, Hope, 1000, Mata Roda, Aroma, Ada Baiknya, serta Baju.

Film pendek berjudul Baju yang di Sutradarai oleh Sugihartini, misalnya. Dalam sesi tanya jawab, ia merivew kembali proses di balik pembuatan film tersebut. Dengan beranggotakan tim inti 3 orang, mau tidak mau ia merangkap sebagai aktor. Film bergenre Slice Of Life ini menceritakan tentang dua orang yang memiliki latar belakang sosial yang berbeda. Sugihartini sendiri, memerankan tokoh “Ibu” dari seorang anaknya yang bekerja di sebuah Kedai Coffe. Hal yang tak disangka, ketika ia menceritakan bahwa pemeran tokoh “suami” tenyata seorang abdi dalem yang ia temui secara tidak langsung ketika take video di Rumah Kecebong.

Selain pemutaran film, dalam acara ini juga diisi live akustik serta penyerahan sertifikat. Bapak Dwisanto Sayogo, M.Ds., sebagai dosen Mata Kuliah Produksi Video memberikan 4 kategori Award, The Best Actor, The Best Film Editing, The Best Director, serta The Best Film.

“..bahwa seorang aktor bisa menghidupkan sebuah cerita, ia bisa memainkan (karakter tokoh) bagaimana menjadi sedih, marah, bisa nenyelami script tugas daripada aktor. Best Film Editing, bagaimana dia menggunakan editing, bukan hanya untuk menutupi kesalahan dan kelemahan tetapi juga menyambungkan cerita dari awal sampai akhir sehingga penonton bisa menikmati cerita. The Best Director, bagaimana ia mengelola gambar, suara dan pemain, sehingga film bisa disajikan. Serta The Best Film, untuk film terbaik saat ini.” Ungkapnya.

Pemberian sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya film, adapun mahasiwa yang memeroleh penghargaan tersebut ialah Wahyu sebagai The Best Actor, Aroma sebagai The Best Film Editing, Aditya sebagai The Best Director, sedangkan yang mendapat Award dengan kategori Film Terbaik diperoleh Film Pendek berjudul “Gelap”.

Secara singkatnya, Film Gelap ini bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Jordi yang menempati kamar kost kakaknya. Dengan seenaknya, Jordi menancapkan barang-barang elektronik secara berlebihan pada stop kontak sehingga membuat listrik kost padam. Hal yang menarik muncul ketika ia didatangi Mas Tho, penghuni kost lama yang ternyata sudah meninggal dalam kebakaran karena konsleting listrik di kost tersebut. Dalam film ini, pesan moral yang dapat dipetik yaitu ajakan untuk menggunakan listrik sebijak mungkin, jangan boros.

“...bagaimana mereka, dari sebuah kalimat atau pesan dikembangkan. Dari sinopsis ke skenario sampai menjadi karya film. Pesan bahaya menggunakan listrik secara berlebihan dikembangkan menjadi (cerita) horor jadi lebih menarik. Scene padat. Tidak perlu bertanya-tanya (pesan mudah tersampaikan kepada penonton).” Jelas Pak Yogo.

Ide cerita Film Gelap sendiri berasal dari Baradika Mahotama, kemudian dikembangkan bersama Aditya Nugraha yang merangkap Director Film, serta Galih Resa Maulana sebagai Editor dan Sound Effect.

Menurut Aditya, dalam proses penggarapan Film Gelap ini mereka juga memerhatikan cinematography, dikarenakan terdapat beberapa scene yang minim pencahayaan, untuk itu mereka harus mengupayakan bagaimana agar video tetap terlihat meskipun dalam keadaan gelap, kualitas video & pergerakan kamera yang tetap stabil, serta untuk mendapatkan karakter pemeran yang sesuai dengan tokoh dalam cerita juga perlu diperhatikan. Selain itu, dikarenakan film ini bernuansa horor, sound effect harus dapat membuat sensasi tersendiri. Maka, tak heran untuk editing sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 hari. Semua hal tersebut tentunya didasari dengan adanya kerjasama dalam tim. Tim yang kompak dengan anggota yang saling mendukung satu sama lain pastinya akan menghasilkan suatu karya yang baik, sesuai dengan konsep.

Film Pendek ini merupakan karya Film pertama bagi Aditya. Setelah mengetahui segala proses dalam menciptakan karya Film Pendek, ia berharap kedepannya dapat memproduksi film lagi dan tentunya tak kalah menarik daripada Film Gelap. Semangat berkarya!