Short Movie Screening sebagai Ajang Berproses, Berkarya dan Bekerja Sama dalam Tim

Posted by Happy Rotation. Rabu, 23 Mei 2018

Melanjutkan Mata Kuliah Teknik Kamera dan Video Editing pada semester sebelumnya, Mata Kuliah Film Pendek yang diampu oleh Dwisanto Sayogo, M.Ds dan Danu Widiantoro, M.Sn bersama Mahasiswa Semester 6 mempersembahkan Short Movie Screening sebagai karya tugas Ujian Tengah Semester Genap. Telah digelar pada Hari Senin, 30 April 2018 di Ruang 1.1 Cakra Baskara dengan sangat meriah. Kurang lebih ada 8 hasil karya kelompok yang ditayangkan dengan genre yang berbeda seperti: komedi, romansa remaja, horor dan lain sebagainya.

Pak Yogo berpendapat, “film adalah cara cepat untuk mengubah mood seseorang dengan visual, walaupun digabungkan dengan video“. Misalnya seperti film pendek “Joko Pelo” garapan Iting, Raka, Dimas, dan 2 kawannya. Film pendek komedi dengan dialog bahasa jawa layak membuat orang tertawa. Tidak hanya itu, penonton dibawa kedalam suasana desa namun bukan desa yang tentram damai, melainkan sebuah desa yang warganya sedang dilanda keresahan akibat keusilan si Joko Pelo sendiri. Film berdurasi 10 menit ini mau tak mau melibatkan warga desa untuk membantu memerankan tokoh agar film terkesan lebih hidup. Tentunya, untuk mendapatkan talent yang sesuai dengan yang diinginkan tidak mudah. Selain dari segi penampilan yang lucu, menarik, percaya diri didepan kamera, namun juga harus ekspresif dan yang paling penting orang yang menonton bisa tertawa.

Mengenai proses pembuatannya Iting menjelaskan, “Jadi, gimana kita menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan, dengan bikin yang alakadarnya. Nah, tantangannya gimana bikin yang alakadarnya jadi menarik, nggak dilupakan. Lalu kita matangin konsep, bagus itu kan relatif ya. Pesan tersampaikan atau tidak, itu urusan kedua, setidaknya menghibur dulu, .... ya jadilah joko Pelo”. Dalam pembuatan film, kita harus melewati tahap pra produksi, produksi, hingga pasca produksi. Mulai dari menggali ide, mematangkan konsep, penyusunan naskah, pembuatan film, editing, rendering, hingga menjadi film yang dapat disuguhkan kepada target audien.

Selain sebagai UTS, adanya karya film pendek ini ditujukan agar Mahasiswa belajar berproses. Seperti kata Pak Danu, “Setiap karya mau tidak mau harus melalui proses, tidak bisa karya itu tiba-tiba jadi. Keterbukaan untuk sharing tentang kemampuan, kalau itu dilakukan hasil karya jauh lebih baik”. Sepakat! kerjasama tim sangat penting dan sangat mempengaruhi hasil dari suatu karya.

Saat pemutaran film pun tidak ada sesi tanya jawab, dimaksudkan supaya penonton lebih fokus untuk menikmati sajiannya. Dan tak hanya sejumlah mahasiswa dan dosen yang menyaksikan, turut mengundang Rahmat Zulfikar lulusan STSRD Visi tahun 2015. Rahmat sangat mengapresiasi hasil karya film pendek yang disuguhkan. Menurut Rahmat, Ide cerita sangat bagus, ada saja bahan yang dijadikan cerita dan sangat kreatif. Hanya saja ada beberapa yang terdapat kendala pada suara. Pak Yogo pun sependapat. Tentunya akan lebih maksimal lagi hasilnya bila ada dabing suara, sehingga lebih suara lebih jernih dan tidak terganggu oleh suara lain yang tidak perlu. Dan untuk kedepannya, beliau berharap karya film pendek ini bisa diunggah ke Youtube, sehingga bisa dijangkau orang lebih banyak.