DOSEN STSRD VISI MEMAPARKAN KONSEP DESTINASI WISATA ALTERNATIF KOTA SOLO KEPADA DINAS PARIWISATA KOTA SURAKARTA

Posted by Admin. Senin, 26 Februari 2018

Dalam rangka menggiatkan kembali kampung wisata sebagai destinasi wisata alternatif Kota Solo, Dinas Pariwisata kota Surakarta mengundang beberapa kampung di kota Surakarta yang akan diorbitkan menjadi destinasi wisata tematik dengan branding budaya kearifan lokal. Diantaranya, Kampung Sayur Organik di Mojosongo, Kampung Permata Jayengan, Kampung Blangkon Serengan, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, serta Kampung Hepi Joho Manahan.

Seperti yang disampaikan Kepala bidang destinasi dan industri pariwisata Kota Solo, pada kesempatan tersebut, “Sektor pariwisata adalah salah satu tulang punggung pendapatan daerah kota Surakarta. Namun, saat ini obyek wisata tersebut tidak lagi ramai dikunjungi, karena pengunjung sudah bosan dengan obyek wisata yang ada yang dinilai kurang kemasan inovatif, yang berdampak pada lesunya pendapatan sektor pariwisata tematik” Terang Iis Purwaningsih kamis (22/2).

Dalam kesempatan tersebut Kampung Joho yang dibranding sebagai Kampung HEPI memaparkan konsep destinasi wisata berwawasan kearifan lokal, dengan Unique Selling preposition yaitu sebagai kampung destinasi wisata yang menawarkan keceriaan dan kebahagiaan berinteraksi dengan warga dan mengeksplorasi setiap sujut kampung Joho sebagai kampung HEPI.

Pemaparan tersebut disampaikan oleh Ipung Kurniawan Yunianto, M,Sn. selaku Dosen tetap STSRD VISI, yang menjadi salah satu pendamping dan perumus Joho kampung HEPI. Ipung Kurniawan menyampaikan bahwa setiap kampung di kota Solo sebenarnya memiliki keunikan yang apabila dimunculkan, dikembangkan dan dikelola secara maksimal, serta didukung oleh seluruh pihak baik stake holder, swasta, pokdarwis dan kesadaran warga akan menjadi kekuatan destinasi wisata alternatif yang dapat membuka lapangan pekerjaan serta manjadi magnet wisata yang mendongkrak pendapatan daerah.  “Selain keunikan yang dimiliki tiap kampung, tentu saja harus bermuatan sapta pesona, sehingga mampu memenuhi standar kepariwisataan Indonesia” pungkas Iis Purwaningsih.

Pada kesempatan yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Februari 2018 tersebut, Ipung Kurniawan sebagai juru bicara Joho Kampung HEPI, menyampaikan maksud dari konsep HEPI, yang merupakan akronim atau singkatan dari H “Handarbeni Rinekso Kampung”, E “Eguh Pertikel Wargo Hanyengkuyung”, P “Peni Titi Karyo Baroyo Joho Kinusung”, dan I “Imbang Pepadane Among lan Tinulung”. Singkatan tersebut adalah hasil diskusi dengan warga dan mencerminkan nilai-nilai dari sendi kehidupan warga Joho kampung HEPI, ujarnya. Harapan dari presentasi ini adalah “Sebagai ajang untuk berbagi wawasan, sharing ide,  yang nantinya dapat menumbuhkan semangat dan menginspirasi kampung lain untuk turut mengembangkan potensi kampung masing-masing yang nantinya menjadi destinasi wisata baru di kota Surakarta”, pungkas Ipung Kurniawan.