Tentang Desa Pandowoharjo - Pameran DKV V

Posted by Kanadiea. Selasa, 16 Januari 2018

Menjadi mahasiswa tingkat akhir di kampus, merupakan penanda semakin dekat waktu mahasiswa untuk menjadi “masyarakat” sesungguhnya. Hampir di setiap jurusan di setiap universitas memberlakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Akan tetapi, dengan kurikulum yang berbeda, STSRD Visi mengganti kegiatan tersebut dan menerapkannya dalam mata kuliah prasyarat, DKV V. Sesuai dengan slogan kampus─Creativity for Positive Change─mahasiswa ditempatkan di beberapa Desa Wisata dengan harapan dapat memberikan perubahan positif bagi desa tersebut.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini seluruh mahasiswa ditempatkan di Desa Pandowoharjo, Sleman. Dengan total lebih dari 30 mahasiswa, seluruhnya terbagi menjadi 9 kelompok yang menempati sembilan padukuhan, yakni Pajangan, Tlacap, Karangasem, Dukuh, Karangtanjung, Sawahan, Majegan, Gabugan dan Mancasan. Meski terbagi menjadi kelompok, nyatanya setiap mahasiswa menciptakan karya secara individu. Setiap karya dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di padukuhan dan diharapkan dapat menjadi solusi.

Penilaian dari mata kuliah DKV V dilakukan saat presentasi kepada warga di setiap padukuhan. Didampingi dosen pengampu yakni Bapak Dwisanto Sayogo, M.Ds. dan Bapak Danu Widiantoro, M.Sn, penilaian dilaksanakan dalam kurun waktu satu minggu. Puncaknya, warga Pandowoharjo dapat menyaksikan seluruh karya saat pameran pada tanggal 2 Januari 2018 silam. Mahasiswa menggelar pameran di sebuah balai pertemuan yang bertempat di Padukuhan Karangtanjung.

Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB. Diawali dengan sambutan dari Kepala Padukuhan Karangtanjung, Bapak Sunarto kemudian disusul oleh Bapak Catur Sarjumiharta selaku Lurah Pandowoharjo. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Bapak Danu Widiantoro, M.Sn selaku dosen pengampu juga turut memberikan sambutan. Pameran juga turut dihadiri oleh Bapak Budi Yuwono, S.Sos, M.Sn salah satu dosen STSRD Visi.

Selanjutnya, perwakilan setiap padukuhan memberikan penjelasan singkat dari karya yang telah dibuat. Bagi para warga juga diperkenankan untuk melihat-lihat karya, dan bertanya lebih jauh mengenai karya tersebut.

Bapak Catur sangat mengapresiasi seluruh karya yang dibuat setelah melalui proses yang kompleks. Akan tetapi, sebaik dan selancar apapun berjalannya kegiatan, selalu ada evaluasi yang diberikan. Beliau berpesan agar nantinya untuk berkonsultasi dengan warga sebelum eksekusi pembuatan karya. Supaya karya yang dibuat bisa diterima dan dapat digunakan secara maksimal.