PAMERAN REBRANDING BAKPIA JOGJA

Posted by Admin. Selasa, 02 Januari 2018

Membicarakan Jogja rasanya tak lengkap jika belum sampai pada kata benda BAKPIA. Ya, bakpia bukan sekedar makanan khas Jogja, yang lembut, kenyal dan manis. Membicarakan bakpia berarti membicarakan bahan makanan yang alami, proses yang serba manual dan tradisional, hingga keramahan penjualnya. Itulah Bakpia Jogja.

 

Seiring perkembangan ‘jaman now’, maka bakpia sebagai salah satu ikon makanan khas Jogja perlu melakukan berbagai pembenahan agar tidak tergilas peradaban. Salah satu hal penting agar eksistensi bakpia tetap terjaga bahkan diharapkan semakin mendunia, adalah masalah BRANDING. Bakpia yang lezat, akan semakin dikenal oleh konsumen ketika didukung oleh upaya branding tepat. Dari ratusan jumlah penguasaha bakpia yang berada di penjuru Yogyakarta, ternya baru sedikit yang menyadari pentingnya peran branding demi kelangsungan usahanya.

Maka Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain (STSRD) Visi Indonesia yang berkampus di Jl. Taman Siswa 150-B Yogyakarta, terpanggil untuk berperan positif dalam upaya re-branding bakpia tersebut. Sejalan dengan visi dan misi STSRD Visi, yakni kampus desain yang punya komitmen untuk mengembangkan UMKM dan Pariwisata.

Adalah, mahasiswa semester 3 dari jenjang pendidikan Diploma 3 yang menempuh mata kuliah Desain Komunikasi Visual 2, mencoba melakukan re-branding puluhan industri bakpia Jogja tersebut. Diawali dengan survei dan pencarian data ke berbagai industri bakpia yang ada di kota Yogyakarta, Bantul hingga Sleman. Data-data tersebut lalu dianalisis untuk menemukan permasalahan yang ada, dilanjutkan dengan brainstorming, hingga menemukan simbol-simbol visual yang mampu mewakili industri bakpia tersebut.

Perjalanan panjang dan ‘berdarah-darah’ mahasiswa diakhiri dengan pameran di Galeri Visi.  Pameran ini dibuka pada tanggal 2 Januri 2018 pukul 14.00 WIB. Pameran tugas akhir semester 3 ini, sekaligus sebagai ‘adu kasekten’, pertanggungjawaban atas kreativitas yang mereka buat. Pameran re-branding yang diikuti oleh sekitar 28 desain dilangsungkan dari tanggal 2 hingga 6 Januari 2018, juga mengundang para pemilik merk bakpia tersebut.

 

Tidak sekedar pameran sebagai unjuk karya desain yang sudah dibuat, tapi desain-desain tersebut diaplikasikan pada media packaging, stationery kit hingga point of purchase (rak penjualan). Pameran ini juga dimeriahkan demo masak bakpia oleh pengusaha bakpia salak merk Alris dari Turi, Sleman dan bakpia Istu dari sentra bakpia Minomartani. Dalam pembukaan pameran kali ini,  tidak sekedar bisa ‘icip-icip’ menikmati lezat, kenyal dan manisnya berbagai varian rasa bakpia, tapi juga bisa mengetahui latar belakang merk dan brand dari nama bakpia tersebut.